Rabu, 27 Juni 2012

Kelemahan OS Windows Phone 8

Ekspansi Microsoft yang kian meluas membuktikan keseriusan raksasa software tersebut untuk terus mengibarkan sayapnya di ranah persangan mobile.

Seperti yang kita tahu, baru-baru ini raksasa perusahaan teknologi tersebut telah merilis sebuah ponsel pintar bernama Windows Phone 8. Hal tersebut erat kaitannya dengan usaha Microsoft untuk menembus dominasi Apple dan Google yang telah lebih dulu berkuasa di kategori ini.

Pihak pengembang dari Microsoft sendiri terlihat telah mengerahkan berbagai kemampuannya untuk membuat ponsel ini menjadi produk paling unggul di antara pesaingnya. Dengan dilengkapi prosesor multi-core dan layar yang mempunyai resolusi HD, seolah ingin mematahkan predikat underdog saat masuk ke peta persaingan.

kelemahan os windows phone 8, kekurangan sistem operasi baru wp 8, apa yang jelek dari windows phone 8

Microsoft memang telah melakukan persiapan dengan sangat baik. Berbagai inovasi dan teknologi-teknologi yang luar biasa telah dicangkokkan ke dalam smartphone terbarunya. Tetapi di satu sisi, perusahaan yang merupakan pesaing berat Apple di bidang personal computer tersebut, masih terlihat terlalu terburu-buru. Alasan tersebut didasari oleh adanya beberapa “kekurangan” di dalam smartphone Windows Phone 8.

Berikut adalah beberapa hal yang masih bisa Microsoft lakukan terhadap ponsel pintar terbarunya tersebut.

1. Pengembangan Terhadap Piranti Keras
Piranti lunak atau lebih kita kenal dengan istilah software, memang terkesan lebih penting dari pada piranti keras (hardware). Bentuk konkrit dari sebuah produk bisa lebih menarik mata dari para konsumen. Contoh paling nyata bisa terlihat dari pengembangan yang dilakukan Apple terhadap iPhone. Walaupun Apple terus-menerus melakukan pembaruan terhadap software, namun pihak pengembangnya juga selalu melakukan penyesuaian terhadap bentuk dan rancangan body.

Microsoft memang telah memasukkan berbagai teknologi terhebatnya. Dimulai dari prosesor dua inti, hingga resolusi layar berukuran 1280x768. Namun, para desainer internal belum bisa membuat sebuah rancangan body yang menarik. Padahal, Microsoft bisa saja meniru cara kerja Nokia dalam mendesain ponsel seri Lumia. Selain itu, para desainer juga bisa belajar dari HTC, Huawei, dan Samsung yang berhasil menarik minat konsumen hanya lewat rancangan body.

2. Promosi yang Lebih Gencar
Bila membicarakan sebuah strategi periklanan, maka kita harus melihat bagaimana perusahaan komunikasi Verizon mengiklankan produk terbarunya yang kala itu telah diperkuat oleh Android. Saat itu, mereka mengiklankan berbagai kekurangan yang dimiliki oleh iPhone lewat sebuah video berjudul “iDon’t” dan memberikan sebuah rasa penasaran bagi para konsumen untuk segera mencoba ponsel Android keluaran Verizon. Sebuah kampanye yang sangat tepat!

Nokia juga menjalankan cara berpromosi yang mirip. Lewat sebuah video iklan berjudul “Smartphone Beta Test”, Nokia memberikan sebuah sugesti bahwa semua smartphone yang sedang Anda gunakan saat ini adalah produk-produk yang rusak. Bahkan lewat video tersebut, Nokia menggambarkan bahwa seluruh ponsel yang ada di dunia ini hanyalah sebuah imitasi yang murahan.

Microsoft harus segera membuat sebuah iklan yang lebih “menendang”.

3. Tidak ada Mesin Pencari Google
Microsoft memang mempunyai mesin pencarinya sendiri, yaitu Bing. Namun hingga saat ini, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Google adalah satu-satunya search engine terbaik di muka bumi. Dan ketiadaan Google di Windows Phone 8 bisa saja menjadi sebuah bumerang bagi Microsoft, karena pihak pengembang lebih memilih untuk memaksa konsumen menggunakan Bing.

Kini, sudah saatnya Microsoft memberikan kebebasan bagi konsumennya untuk memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri.

via - Okto Magazine.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar